Dinas PU Tunggu Kajian Bangun Bundaran BTP Makassar

IMG-20220511-WA0049

 

Makassar – Pemerintah melalui Dinas Pekerjaan Umum menunggu kajian teknis oleh konsultan perencana. Hal ini untuk segera membangun bundaran di depan Bumi Tamalanrea Permai (BTP), jalan perintis kemerdekaan.

Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas PU, Tajuddin Beddu mengatakan proyek telah menerima persetujuan dari Balai Jalan Nasional. Saat ini, menunggu rapat lanjutan yang akan melibatkan Dinas Perhubungan Provinsi, Kepolisian serta beberapa pihak yang terkait.

“Kita sudah diskusi balai transportasi darat, dia dukung juga sisa kajian teknis sementara dibikin konsultan perencana,” ujarnya, Rabu (11/5/2022). Jika rampung, konstruksi bisa dimulai. Dalam desain awal, diameter bundaran sekitar 40 meter dan menyusuaikan kondisi di area tersebut. “Kajian kan melihat besar bundaran, kita desain 40 meter apakah butuh 50 atau 60, pelebaran, apakah kalau jadi masih butuh trafic light itu semua,” jelasnya. Selain itu, ada rencana pelebaran jalan menuju BTP. Hal itu akan dikoordinasikan ke pemerintah provinsi sebagai pengelola.

compressed_1645465874906

“Kita lihat dulu, apakah pelebaran untuk sudut masuk BTP kalau ke tallasa city sudah lebar sekali sisa di BTP dan disana itu masih besar kemungkinan dilebarkan,”

“Dukungan pemprov kan dia punya jalan tallasa city dan ke BTP, dan itu kita diskusikan dan didukung. Pelebaran kita karena kita yang usul kalau tidak pasti belum jalan,” sambungnya.  Beddu menargetkan pengerjaan dimulai tahun ini. Telah disiapkan anggaran sebesar Rp10 miliar melalui anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD). Proyek itu dihadirkan untuk mengurai kemacetan di area tersebut. Selama ini, banyak dikeluhkan lantaran sering terjadi kemacetan di jam tertentu.

“Balai besar jalan sudah setuju, tinggal menunggu kajian teknisnya. Amdal lalin tidak dibutuhkan itu kan tidak ada bangkitan hanya mau rekayasa ini,” katanya. (*)

Spread the word. Share this post!

Leave Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *